Jawaposnews.id. Jakarta 1 Agustus 2021. UNIVERSITAS BUDI LUHUR Gelar Vaksinasi kaloborasi ASBISINIDO JABODETABEK. Dalam Pebukaan di hari pertama di hadiri Muhammad Hadi Maulidin selaku Ketua DPW ASBISINDO Jabodetabek, Bapak Cahyo Kartiko selaku Ketua V DPP ASBISINDO, Kepala OJK Jurnal I Dr. Dany Gunawan, Bapak Suharman Tabrani mewakili dari Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI DKI, Wakil Gubernur DKI Jakarta sekretaris Pemerintah Dearah Jakarta Selatan Bp. Sobirin. DR. Jensen selaku Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas tenaga kerja Propinsi DKI Bapak Triansyah. Camat Pesanggrahan yaitu Bapak Fajar. Bapak Rektor UNVERSITAS BUDI LUHUR Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., M.M.
Dalam Sambutan di Pembukaan program Vaksin pagi ini Bapak Rektor Dr. Wendi Usino Megucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah hadir dan terimakasih juga atas kepercayaannya yg di berikan kepada UNIVIVERSITAS BUDI LUHUR sebagai tempat Sentra Vaksin Massal, terimakasih juga atas dukungan dan kerja keras dari ASBISINDO khususnya Jabodetabek Banten, yang sudah berkordinasi dalam mengupayakan program ini bisa dilaksanakan. Ujarnya.
Program Vaksinasi ini di dukung oleh Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta dalam hal ini Puskesmas Pesanggrahan ditunjuk sebagai Mitra.
Kegiatan Vaksin ini laksanakan di Universitas Budi Luhur dimulai di hari pembukaan yakni Ahad 1-29 Agustus 2021 pukul 08:00-15:00 WIB. Untuk Para pesertanya 60 persen masyarakat umum, 40 persen pegawai dan keluarga Asbisindo DPW Jabodetabek termasuk Banten. Hari inj adalah kerjasama kolaborasi dengan asosiasi bank syariah Indonesia (ABISINDO) untuk menyelenggarakan koordinasi bagi karyawan dan keluarga industri ke Jakarta. Rektor mengatakan pelaksanaan vaksin ini menargetkan 1000-1200 per hari guna membantu program vaksinasi yang telah di canangkan oleh Pemerintah Indonesia khususnya pemerintah DKI Jakarta sampai saat ini lebih kurang 7.5 juta warga Jakarta telah di vaksin, semog warga sadar dan ikut semua dalam program vaksinasi ini. Harapan dengan adanya program vaksinasi ini masyarakat tercipta Hard Imunity dan angka penyebaran di propinsi DKI Jakarta samakin berkurang sehingga kegiatan ekonomi dan pendidikan berjalan normal kembali dan kita jangan lengah tetap mematuhi protokol kesehatan. Pungkasnya.
(JPN/Alf)