
Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 dibuka oleh sentimen positif seiring dengan
meredanya ketegangan hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Cina serta
perkembangan Brexit di Uni Eropa. Pada Kuartal I – 2020, kondisi tersebut dengan cepat
berubah setelah World Health Organization (WHO) mendeklarasikan terjadinya pandemi
COVID-19 dengan kasus pertama di Indonesia diumumkan pada bulan Maret 2020. Terjadinya
pandemi menyebabkan perubahan signifikan dalam tatanan hidup masyarakat dikarenakan
penerapan pembatasan dan restriksi kegiatan sosial untuk memutus rantai penyebaran
COVID-19.
Laju persebaran COVID-19 yang sangat cepat dan penerapan pembatasan di seluruh dunia
menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang secara langsung berdampak
pada pertumbuhan ekonomi negara berkembang, termasuk Indonesia. Seiring revisi
pertumbuhan ekonomi global beberapa kali pada tahun 2020, yang ditutup dengan proyeksi
International Monetary Fund (IMF) sebesar -4,4% yang dirilis bulan Oktober 2020,
pertumbuhan ekonomi Indonesia juga diproyeksikan tumbuh negatif. Di sisi domestik,
perekonomian Indonesia mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,07% dibandingkan
tahun 2019 (sumber: Badan Pusat Statistik).
Dalam menghadapi kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya kondusif, Perseroan yang
bergerak dalam bidang agrikultur perkebunan kelapa sawit memilih untuk menempuh
langkah dan pendekatan kehati-hatian dalam menjalankan usaha serta tetap berupaya
mencapai tujuan strategis jangka panjang.
PT Andira Agro Tbk (Perseroan) pada tahun 2020 membukukan penjualan bersih sebesar Rp
260,21 miliar, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar Rp 311,78
miliar. Hal tersebut mempengaruhi Laba (Rugi) Bersih dari Perseroan yang mengalami
penurunan dari laba bersih sebesar Rp 12,49 miliar di tahun 2019 menjadi rugi bersih sebesar
Rp 10,17 miliar di tahun 2020. (JPN/Alf)
