
COVID-19 yang melibatkan 71 relawan mahasiswa, 54 relawan dosen dan 93 tenaga kesehatan dari
Puskesmas Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Jumlah keseluruhan peserta vaksinasi 54.382 orang untuk dosis satu
28.153 orang dan peserta dosis dua 26.229.
Rektor Universitas Budi Luhur, Dr. Ir. Wendi Usino, MM, M.Sc mengatakan, pihaknya berkomitmen besar
mewujudkan pelayanan tertib dan nyaman dalam menjalankan kegiatan vaksin. Ia mengucapkan terima kasih
banyak kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan vaksinasi di Universitas Budi Luhur.

kasih kepada pemerintah Pemprov DKI atas dilibatkannya Universitas Budi Luhur untuk berperan aktif dalam
pemberian vaksin kepada masyarakat dalam rangka menuju herd immunity sehingga masyarakat bisa
beraktifitas kembali dengan terkendali melalui prokes Covid-19. Alhamdulillah dari target 45.000 vaksin, telah
dilakukan vaksinasi sebanyak 54.382 vaksin di Sentra Vaksinasi UBL, jauh di atas target,” ujar Dr. Wendi.
Ketua Yayasan Pendidikan Cakti Budi Luhur, Kasih Hanggoro, MBA mengatakan, antusias masyarakat sangat
besar dalam mengikuti vaksinasi. Ia menegaskan, Universitas Budi Luhur siap membantu bangsa dan negara
dalam menangani pandemi COVID-19.
“Selama 3 bulan yang dijalankan ada kekurangan, pasti kita syukuri semua dan semoga nanti kita diberikan
kepercayaan tinggi dari pemerintah DKI dan banyak yang kita bisa kerjakan bersama-sama selama 3 bulan ini.
Kita berjalan dengan baik bahwa melakukan vaksinasi sebuah panggilan tentu kami siap membantu untuk
bangsa dan negara Indonesia. Semoga kita bisa lepas COVID-19 ini,” jelas Kasih, MBA.
Plt. Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, dr. Prima Yosephine, MKM mengucapkan
terima kasih kepada Universitas Budi Luhur yang telah membantu dan memfasilitasi program vaksinasi di
wilayah Jakarta Selatan.
“Kami dari Kementerian Kesehatan mengucapkan terima kasih tentu dukungan ini. Vaksin hanya satu strategi
dalam pengendalian COVID-19 masih kita hadapi bahwa kita ketahui kurva pendemi COVID-19 sudah
dikendalikan sekarang sudah turun. Ini yang perlu kita jaga bersama agar kurva COVID-19 bisa kita
kendalikan dan turun,” ujar dr. Prima.
Universitas Budi Luhur sebagai kampus pertama di wilayah Jakarta Selatan yang menjadi sentra vaksinasi dan
ikut berkontribusi dalam menurunkan tingkat Positivity Rate Covid-19 di wilayah Jakarta Selatan. Selama
vaksinasi, Universitas Budi Luhur memberi pelayanan dengan tertib dan nyaman. Bahkan menurut PIC
Vaksinasi Puskesmas Pesanggrahan dr. Wendy Damar, Universitas Budi Luhur layak menjadi pusat sentra
vaksinasi nasional karena sistemnya yang teratur.
Selain itu, Universitas Budi Luhur juga memberi bantuan paket isoman yang diberikan kepada 1.500 orang,
berupa obat-obatan, vitamin dan makanan kecil diantar langsung ke rumah mereka masing-masing. Hal
tersebut sebagai bentuk pengabdian Universitas Budi Luhur kepada masyarakat yang selalu membantu masyarakat di tengah pandemi COVID-19. (JPN/Alf)
