Jawaposnews.id. Jalarta.28 September 2021. Seiring dengan semakin membaiknya kondisi saat ini, inilah saatnya kita meramaikan kembali bioskop Indonesia sebagai bentuk dukungan usaha pemulihan industri ekonomi kreatif subsektor Perfilman.
FILM SEPEDA PRESIDEN SIAP SYUTING Mengangkat Kisah Lucu Anak-Anak Papua dengan Keindahan Alam dan Musiknya adalah sebuh karya film Garin Nugroho.
Film Sepeda Presiden ini di bintangi oleh Ariel Tatum, Sita Nursanti dll
Kisah pertemuan antara tiga sekawan dari Papua yang ingin bertemu Presiden dengan Youtuber yang lari dari kejenuhan hidupnya di Jakarta ke Papua. Pertemuan yang melahirkan peristiwa serba kocak , diwarnai petualangan di alam Papua yang indah serta dipenuhi lagu – lagu anak anak yang indah.
YouTuber populer tersebut bernama Binar. Sementara ke tiga sekawan masih sekolah dasar, bernama Edo, Saulus dan Uben.
Tiga sekawan mendapat informasi bahwa Presiden akan ke Papua, menjadikan mereka ingin ketemu Presiden, terlebih Presiden sering membagi Sepeda, sesuatu yang mereka tak punyai, karena tinggal di pulau terpencil.
Tiga Sekawan lalu berusaha menemukan cara dan informasi tentang sepeda dan cara bertemu Presiden yang sangat kocak , terlebih ketika tiga sekawan diperkenalkan dengan fungsi HP oleh Binar untuk mengetahui berbagai berita tentang Presiden dan berbagai peristiwa lucu ketika Presiden ketemu beragam anak di Indonesia, ataupun cerita lucu berkait hadiah sepeda presiden.
Sementara Binar yang stres memilih mengurung diri di vila kecil serta tidak mau diganggu siapapun juga. Namun tanpa disadari, dua pasang laki-laki jahat berusaha berfoto dengan Binar agar menjadi populer, bermimpi dengan jalan itu maka hidup mereka berubah.
Perburuan dua penggemar Binar melahirkan peristiwa lucu karena ke dua pasang penjahat itu , meski selalu mengikuti dan mencoba berfoto dengan Binar ,selalu mengalami nasib sial yang kocak.
Tanpa diduga , kenakalan dan kelucuan tiga sekawan membawa kegembiraan hati Binar. Terlebih, lewat tiga sekawan, Binar perlahan melihat berbagai peristiwa hidup yang tidak permah dialami, lewat perjalanan paduan suara dari group perempuan Papua. Kelompok paduan suara yang melakukan pelayanan pada warga, melahirkan berbagai peristiwa kemanusiaan yang menyentuh hati Binar, perlahan membangkitkan kehidupannya.
Pada akhirnya, Binar memutuskan mengajak tiga sekawan ke Jayapura, setelah terdengar berita bahwa Presiden akan ke Jayapura.
Upaya menemui Presiden justru kemudian melahirkan peristiwa lucu dan kemanusiaan yang merubah cara pandang tiga sekawan dan Binar tentang cita-cita dan tantangan mereka. Segalanya diceritakan dalam peristiwa lucu, kegembiraan hidup, kemanusiaan yang hangat serta dalam lagu – lagu indah .