– Gerakan #MakanTanpaSisa solusi untuk mencegah sampah makanan berakhir di TPA

Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika mengatakan,“Dengan aspirasi untuk menjadi ‘The Best Bank For A Better World’, Bank DBS Indonesia
berupaya mengimplementasikan komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui tiga pilar sustainability yang dimiliki, yakni Responsible Banking, Responsible Business Practice, dan Impact Beyond Banking. Salah satu perwujudannya adalah gerakan #MakanTanpaSisa yang digagas sejak 2020 dan bekerja sama dengan berbagai mitra untuk menekan sampah makanan agar tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Di tahun 2022, kami berhasil menyelamatkan sekitar 56.596 kg food impact atau meningkat 241% dibandingkan dengan tahun 2021. Komitmen nyata dari Bank DBS ini membuat kami semakin menjadi ‘eco-warrior, less like a Bank’.”
Jangjo melihat bahwa sampah makanan terutama di daerah perkotaan seringkali luput dari perhatian masyarakat, padahal faktanya menyumbang lebih dari 50% dari komposisi sampah yang ada. Salah satunya dihasilkan dari beberapa titik pusat perbelanjaan dan hotel tempat di mana terdapat banyak
usaha makanan dan minuman. Untuk itu, Jangjo hadir lebih dekat demi menjawab permasalahan tersebut dengan menjangkau lebih dari 300 brand restoran termasuk pusat perbelanjaan ternama seperti Plaza Indonesia, PIK Avenue, Mall of Indonesia (MOI), Ashta, dan masih banyak lagi. Tak puas dengan
pencapaian saat ini, Jangjo yang telah mengolah satu ton sisa makanan per hari dari lokasi tersebut, kini menargetkan penambahan pengolahan sisa makanan mencapai 10 ton per hari. Hal ini diyakini dapat memangkas 48.000 kg gas metana, serta mengurangi jumlah sampah makanan di area komersial
wilayah operasional Jangjo secara umum hingga 50%. Founder & Chief Executive Officer of Jangjo Teknologi Indonesia Joe Hansen menyampaikan, “Kami
memiliki visi untuk menciptakan kehidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat luas dan lingkungan.
Oleh karena itu, kami bersyukur atas dukungan Bank DBS Indonesia melalui gerakan ini. Melalui kerja sama ini, kami dapat meningkatkan kapasitas pengolahan sampah makanan dengan target 10 ton per hari. Hal ini membuat kami semakin dekat dengan ambisi kami untuk mereformasi pengelolaan sampah
makanan di Indonesia.”
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto menyambut baik kehadiran gerakan ini,
“Sampah makanan merupakan isu yang serius dan membutuhkan usaha bersama untuk menyelesaikannya. Kampanye Bank DBS Indonesia bersama Jangjo ini merupakan inisiatif yang
berdampak positif bagi masyarakat, serta turut mendukung pelaksanaan Peraturan Gubernur (Pergub)
Nomor 102 Tahun 2021 terkait pengelolaan sampah di kawasan komersial adalah tanggung jawab dari
pemilik kawasan. Tentunya kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan mampu menginspirasi
lebih banyak pihak untuk berkontribusi positif dalam upaya pelestarian lingkungan Masih dalam payung gerakan #MakanTanpaSisa, pada tahun 2022 melalui kampanye More Sustainability Action, Less Waste Bank DBS Indonesia juga berkolaborasi dengan berbagai brand, perusahaan e-commerce, serta mitra pengelolaan sampah seperti Blibli.com, Bukalapak, Kebun Kumara,
dan Waste4change yang memiliki visi yang sama, yakni mengatasi masalah sampah makanan. Selain membangun kerja sama, Bank DBS Indonesia merealisasikan pilar keberlanjutannya dengan menerapkan kebijakan internal bagi karyawan dan mengajak partisipasi masyarakat dalam menerapkan
gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Kegiatan bertajuk People of Purpose ini telah sukses menghasilkan24.211 jam yang didedikasikan untuk kegiatan terkait lingkungan, termasuk pengelolaan sampahmakanan.
Sebagai wujud dari implementasi pilar kedua yakni Responsible Business Practice, Bank DBS Indonesia
melakukan berbagai inisiatif untuk menekan jumlah emisi karbon dengan memasang solar panel dan
menggunakan pendingin ruangan (AC) yang lebih ramah lingkungan. Pada tahun 2022, Bank DBS Indonesia berhasil memangkas emisi karbon dari 5,135 ton (tCO2e) hingga 4.845 tCO2e atau lebih dari 5,65%. Selain itu, Bank DBS Indonesia mengurangi penggunaan kertas dan menggantinya dengan
e-statement, serta mengelola sampah melalui sistem waste management ‘Zero Waste to Landfill’ di seluruh gedung operasional yang berhasil menekan jumlah sampah 94,68 ton dari 120 ton atau terdapat penurunan yang signifikan sebesar 21,1%. Informasi lebih lanjut terkait #MakanTanpaSisa dapat disimak di akun Instagram @dbsbankid ( red/Alf)
