
dirinya sendiri. Zira sadar bahwa apa yang selama ini dia lakukan telah membuat Ummi dan kakaknya sedih. Hidup Zira berubah drastis ketika ia bertemu dengan Amer di salah satu pengajian, dan bahkan kemudian menjalani kehidupan pernikahan dengannya. Ternyata Amer adalah sosok yang sangat
baik, selalu ceria, dan selalu membimbing Zira dalam hal ilmu agama. Pelan-pelan, Zira yang tadinya jauh dari Islam, dibimbing oleh Amer untuk menjadi muslimah yang baik. Malang tak dapat ditolak, sepulang mereka dari liburan ke pulau di Banten, tiba-tiba saja Amer batuk-batuk dan sesak nafas. Sampai akhirnya, Amer semakin parah kondisinya dan harus dirawat
di Rumah Sakit. Amer tetap menguatkan Zira dengan mengatakan bahwa apapun yang terjadi kelak insya Allah mereka akan bertemu lagi di surganya Allah Azza Wa Jalla. “Sebuah cerita cinta indah dan menyentuh berdasarkan kisah nyata, yang mengajak kita lebih menghargai setiap kesempatan yang Allah Swt berikan. Film 172 Days adalah cermin untuk kita
kembali berkaca, dan dengan jujur melihat apakah sudah menjadi diri kita yang terbaik”, demikian
disampaikan oleh Chand Parwez, Produser Starvision. “Semoga dapat menginspirasi pasangan yang hendak dan yang sudah menikah”, tambah Archie Hekagery. Ditutup oleh Hadrah Daeng Ratu, “Film ini segera akan menjalani proses produksi di beberapa lokasi di Jabodetabek, mohon doa agar
diberikan kelancaran hingga nanti bisa hadir untuk bikin baper dan mengharu-biru penontonnya di Bioskop”.

