FMI, MII, dan HP Luncurkan SecBox, Solusi Monitoring Keamanan Siber Terintegrasi untuk Organisasi di Indonesia Memperkuat visibilitas, monitoring, dan respons ancaman siber secara terpusat
Jawaposnews.id
21 Mei 2026, Jakarta, Indonesia — PT FPT Metrodata Indonesia (“FMI”), entitas anak usaha PT Metrodata Electronics Tbk (“Metrodata”) yang berfokus pada layanan — dan solusi keamanan siber, hari ini secara_ resmi | meluncurkan SecBox bersama HP Indonesia (“HP”). Solusi monitoring keamanan siber terintegrasi ini dirancang untuk ] membantu organisasi, khususnya usaha kecil dan menengah | (UKM), memperkuat operasi keamanan digital secara lebih sederhana, terpusat, dan efisien.
Dalam menghadirkan SecBox kepada pelanggan, FMI berkolaborasi dengan PT Mitra Integrasi Informatika (“MII”), entitas solusi dan integrasi teknologi Metrodata, , yang berperan sebagai solution enabler dan integrator teknologi. Kolaborasi ini sekaligus mempertegas sinergi ekosistem Metrodata dalam menghadirkan solusi keamanan digital melalui kekuatan kapabilitas business unit dan strategic partner.
HP mendukung kolaborasi SecBox melalui HP Wolf Security dengan menghadirkan kemampuan perlindungan endpoint yang dirancang untuk memperkuat ketahanan siber – pada perangkat yang digunakan karyawan sehari-hari.
HP Wolf Security mengusung pendekatan menyeluruh, dimulai dari lapisan hardware hingga software dan services untuk membantu mengurangi beban alert serta upaya remediasi bagi tim IT, sekaligus meningkatkan ketahanan siber yang ‘ lebih luas dan efektif. Kontribusi ini sejalan dengan komitmen HP dalam memperkuat keamanan untuk masa – depan dunia kerja (Future of Work), dengan membantu , organisasi melindungi perangkat dan data agar tim dapat bekerja dengan lebih aman dan percaya diri.
Peluncuran SecBox dilakukan di tengah meningkatnya ancaman siber serta kebutuhan organisasi terhadap sistem
keamanan yang lebih proaktif dan terintegrasi. Bahkan, – hanya dalam periode Januari hingga pertengahan April tahun ini saja, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah mencatat lebih dari 1,52 miliar insiden siber di Indonesia. Di | sisi lain, banyak perusahaan masih menghadapi tantangan dalam mengelola berbagai tools keamanan yang berjalan secara terpisah, keterbatasan sumber daya keamanan siber, hingga tingginya biaya untuk membangun Security Operations: Center (SOC) secara mandiri.
Berbagai studi industri global menunjukkan bahwa ancamar siber dan dampak operasional akibat insiden keamanar ‘ digital | | terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi in
mendorong kebutuhan organisasi terhadap solusi keamana
yang mampu menghadirkan visibilitas menyeluruh, deteks ancaman yang lebih cepat, serta monitoring keamana secara berkelanjutan guna menjaga keberlangsunga
operasional! bisnis.
Menjawab kebutuhan tersebut, SecBox hadir melal pendekatan unified security operations deng, mengintegrasikan berbagai kapabilitas keamanan dalam sa platform terpusat, mulai dari Endpoint Detection a Response (EDR), SIEM/XDR, threat monitoring, | analytics, hingga layanan Security Operations Center (SO monitoring 24×7.
Selain membantu organisasi menyederhanakan pengelolz keamanan yang sebelumnya tersebar di berbagai sistem ¢ dashboard, SecBox juga dirancang untuk memperce proses deteksi, investigasi, dan respons terhadap ancan siber secara lebih proaktif. Solusi ini memungkinl organisasi memperoleh visibilitas keamanan yang le terintegrasi tanpa perlu membangun infrastruktur SOC y. kompleks dan mahal.
“Transformasi digital harus diimbangi dengan kesia keamanan siber yang memadai. Namun banyak organi masih menghadapi tantangan dari sisi biaya, sumber d. dan kompleksitas implementasi keamanan. Melalui Sec! kami tidak sekadar meluncurkan produk, kami membar kepercayaan bahwa setiap organisasi di Indonesia dari s apapun, berhak atas keamanan digital yang tangguh. adalah komitmen jangka panjang kami,” ujar Ec Putraoetama Octosa, Presiden Direktur, PT Metrodata Indonesia.
“Keamanan siber kini menjadi prioritas penting organisasi di berbagai skala, terutama seiring munct , ancaman berbasis Al yang membuat serangan semakin | dan sulit dideteksi. Bagi usaha kecil dan menengah, insiden saja dapat menimbulkan dampak finansial serius. Namun, banyak bisnis tidak memiliki tim atau khusus untuk mengelola keamanan siber secara ma ‘Melalui kolaborasi dengan FMI dan Mil ini, menghadirkan solusi perlindungan endpoint yang lebih mudah diakses, dan lebih sederhana untuk dikelola pemilik usaha di Indonesia.
Dengan begitu, perusahaai lebih resilien menghadapi ancaman siber, menjaga
produktivitas, dan melanjutkan transformasi digital dengan lebih percaya diri” ujar Juliana Cen, Presiden Direktur HP Indonesia.
Dirancang dengan arsitektur yang fleksibel dan efisien, SecBox memungkinkan implementasi yang lebih cepat dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta_ tingkat kematangan keamanan masing-masing organisasi. Solusi ini juga membantu perusahaan mendukung kepatuhan terhadap Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) melalui monitoring dan pengelolaan keamanan yang lebih terpusat.
Susanto Djaja, Presiden Direktur PT Metrodata Electronics Tbk menekankan, “Keamanan siber kini menjadi bagian penting dari strategi bisnis perusahaan di tengah dinamika ancaman digital yang terus berkembang. Melalui sinergi FMI, MII, dan HP Inc., kami ingin menghadirkan solusi keamanan yang lebih relevan, scalable, dan mampu mendukung kebutuhan organisasi di berbagai sektor industri. Kolaborasi ini juga mencerminkan komitmen Metrodata dalam memperkuat ekosistem digital nasional melalui inovasi dan kapabilitas teknologi yang berkelanjutan.”
Melalui peluncuran SecBox, MII menegaskan komitmennya dalam memperkuat positioning sebagai solution enabler di ranah cybersecurity melalui solusi keamanan yang lebih accessible, enterprise-ready, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi di era transformasi digital. Kehadiran SecBox juga diharapkan dapat memperluas awareness pasar serta membuka peluang pengembangan bisnis keamanan siber di berbagai sektor industri Indonesia. (Alfian)
