Dirut Institusi Riset Prancis IRD kunjungi Indonesia Rayakan 50 Tahun Kegiatan dan Kemitraan di Bidang Penelitian

JAKARTA — Jawaposnews.id Dr. Valerie Verdier, Direktur Utama atau CEO /nstitut de recherche pour le développement (IRD) atau Lembaga Penelitian Nasional Prancis untuk Pembangunan Berkelanjutan, mengunjungi Indonesia pada tanggal 1 hingga 7 Juni 2026, dalam rangka peringatan 50 tahun kehadiran IRD di Indonesia. Perayaan ini menandai lima dekade kerja sama ilmiah antara lembaga-lembaga Prancis dan Indonesia dalam isu-isu yang terkait langsung dengan pembangunan berkelanjutan dan prioritas nasional Indonesia, termasuk manajemen risiko bencana, ketahanan iklim, keanekaragaman hayati laut, pertanian, kesehatan masyarakat, dan penelitian lingkungan.

Hanya beberapa hari setelah pengadopsian Deklarasi Bersama tentan> Pendidikan, Penelitian, dan Mobilitas oleh Presiden Macron dan Presiden Prabowo dalam rangka kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Paris, kunjungan Dr. Verdier — yang diselenggarakan dalam rangka Tahun Inovasi Indonesia-Prancis 2026 — merupakan contoh nyata dari kemitraan strategis yang semakin erat antara Prancis dan Indonesia.

IRD sendiri adalah lembaga penelitian publik Prancis yang menangani tantangantantangan pembangunan berkelanjutan. Di kancah internasional, IRD diakui sebagai salah satu lembaga penelitian publik terkemuka di dunia dalam bidang penelitian pembangunan berkelanjutan. Menurut SClmago Institutions Ranking 2025, IRD masuk dalam 11% teratas lembaga penelitian global, termasuk 8% teratas dalam Iimu Lingkungan dan 12% teratas dalam Iimu Pertanian dan Biologi.

Peringkat tersebut juga menempatkan IRD di 2% teratas secara global untuk kolaborasi internasional, menyoroti dampak ilmiah globalnya yang kuat di bidangbidang seperti perubahan iklim, keanekaragaman hayati, ilmu bumi, dan transisi lingkungan, serta mencerminkan kontribusinya yang besar terhadap kerja sama penelitian internasional dan kebijakan pembangunan berkelanjutan.

Dengan menjalankan program di lebih dari 50 negara di Afrika, Amerika Latin, Asia, dan Pasifik, IRD mengoperasikan perwakilan permanen di 34 negara, termasuk satu di Indonesia, sejak tahun 1976.

Kerja sama IRD dengan Indonesia mencakup keanekaragaman hayati laut, ilmu bumi, pertanian, kesehatan, serta penelitian iklim dan lingkungan, dengan kemitraan jangka panjang yang melibatkan universitas, lembaga penelitian, dan lembaga publik Indonesia. IRD mengoperasikan dua _ International Joint Laboratories (Laboratoires mixtes internationaux – LMI), bekerja sama dengan lembaga-lembaga terkait di Indonesia: LMI SELAMAT (Laboratorium Sentinel Keanekaragaman Hayati Laut Indonesia), yang mempelajari keanekaragaman hayati laut di tengah perubahan lingkungan, dan LMI SIR (Subduksi Indonesia dan Risiko Terkait), yang mempelajari dinamika subduksi serta pencegahan risiko vulkanik dan geologis besar. Antara tahun 2020 dan 2024, IRD dan para peneliti Indonesia telah menulis 266 publikasi bersama, yang mencerminkan kedalaman kerja sama antara kedua belah pihak.

Program kunjungan mencakup penandatanganan beberapa dokumen kerja sama, termasuk perjanjian dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperkuat kerja sama di bidang klimatologi, geofisika, dan pemantauan bencana, serta peluncuran Planeéte IRD+, sebuah jaringan alumni dan mitra.

Dr. Verdier juga berkunjung ke Yogyakarta untuk mengunjungi Universitas Gadjah Mada dan bertemu dengan mitra-mitra Indonesia yang terlibat dalam penelitian bahaya geologi. la juga mengunjungi lokasi-lokasi pemantauan yang terkait dengan Gunung Merapi, salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia, bersama dengan mitra-mitra ilmiah Indonesia yang terlibat dalam pemantauan dan mitigasi risiko gunung berapi.

Selain kerja sama penelitian, kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat pertukaran antara perguruan tinggi, lembaga pemerintah, dan ekosistem inovasi di kedua negara. Dr. Verdier dijadwaikan bertemu dengan beberapa pejabat tinggi pemerintahan Indonesia, serta perwakilan dari Sekretariat ASEAN dan Perwakilan Uni Eropa di

Jakarta.

Kunjungan Dr. Verdier ini menyusul kunjungan Elisabeth Claverie de Saint Martin, Direktur Utama Centre de coopération internationale en recherche agronomique pour le développement (CIRAD) atau Badan Penelitian Pertanian Prancis untuk Pembangunan, pada Februari lalu. Kedua lembaga penelitian Prancis tersebut telah berkiprah di Indonesia selama lebih dari setengah abad, yang menunjukkan kedalaman keterlibatan ilmiah Prancis di Indonesia serta pentingnya Indonesia sebagai mitra utama di kawasan ini.

Bagi IRD, peringatan 50 tahun ini bukan hanya sekadar perayaan atas kerja sama di masa lalu, tetapi juga kesempatan untuk menegaskan kembali peran sains dan inovas! sebagai pilar utama kemitraan Prancis—Indonesia di masa mendatang.

(Alfian)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *