MGLV Siapkan Transformasi Bisnis Setelah Pendapatan dan Laba Tertekan pada 2025
Jawaposnews.id
Jakarta – PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) membukukan pendapatan sebesar Rp127,9 miliar sepanjang 2025. Realisasi tersebut turun 38,8 persen dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang mencapai Rp208,8 miliar.
Penurunan kinerja itu turut mendorong perseroan berbalik mencatat rugi bersih sebesar Rp9 miliar setelah pada 2024 masih membukukan laba.
Direktur Utama MGLV, Edwin Widjaja, mengungkapkan capaian tersebut dalam Public Expose yang digelar di Jakarta, Rabu (24/6/2026). Menurutnya, tekanan terhadap pendapatan perusahaan tidak terlepas dari gejolak nilai tukar mata uang asing, khususnya euro dan dolar Amerika Serikat, yang berdampak pada realisasi pendapatan perseroan.
Pendapatan MGLV Turun, Laba Berubah Menjadi Rugi
Sepanjang 2025, MGLV hanya membukukan pendapatan Rp127,9 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp208,8 miliar. Penurunan tersebut terjadi seiring melemahnya kontribusi penjualan yang dipengaruhi perubahan kurs mata uang asing.
Kondisi itu berdampak langsung terhadap profitabilitas perusahaan. Jika pada 2024 MGLV masih mampu mencatat laba bersih sekitar Rp6,6 miliar hingga Rp6,9 miliar, maka pada 2025 perseroan membukukan rugi bersih sekitar Rp8,9 miliar hingga Rp9 miliar.
Edwin menjelaskan bahwa volatilitas nilai tukar menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja keuangan perusahaan selama tahun berjalan.
Perseroan Siapkan Perubahan Kegiatan Usaha
Di tengah tekanan bisnis tersebut, MGLV tengah menyiapkan langkah strategis melalui perubahan kegiatan usaha perseroan. Manajemen menegaskan seluruh proses akan dilaksanakan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku sebagaimana diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Fokus Perkuat Daya Saing dan Pertumbuhan
Manajemen menyatakan telah melakukan evaluasi dan kajian secara berkelanjutan guna memastikan pengembangan kegiatan usaha baru dapat berjalan efektif, terukur, dan selaras dengan strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Perseroan meyakini langkah tersebut akan memperkuat posisi bisnis MGLV di tengah tantangan ekonomi dan dinamika pasar. Selain meningkatkan daya saing, inisiatif itu juga diharapkan mampu membuka sumber pertumbuhan baru sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.
Dengan strategi transformasi yang tengah dipersiapkan, MGLV berharap dapat memperbaiki kinerja keuangan sekaligus memperkuat fondasi bisnis untuk menghadapi persaingan dan ketidakpastian ekonomi pada periode mendatang. (Alfian)
