Dalam paparannya, Pengusaha dan YouTuber Atta Halilintar mengatakan, bahwa kecintaannya terhadap dunia sepak bola telah ada sejak kecil. Namun, keinginan untuk menjadi pemain profesional terganjal restu orang tua. Meski begitu, Atta tetap mencintai sepak bola, dan menjadikannya sebagai hobi. Berangkat dari kegemarannya itu, suami Aurel Hermansyah tersebut ingin berbuat lebih banyak bagi sepak bola Indonesia. Saiful Arifin mengaku, awalnya ia merupakan pemilik tunggal PSG Pati, sekaligus menjabat sebagai presiden PSG Pati. Hal itu pun, kata dia cukup menguras tenaga karena menjadi kepala tunggal.
“Soal sharing saham, kita sama-sama, kita nggak usah pusing. Klub ini mesti berbicara ke arah yang lebih modern. Kemarin PSG Pati kita gotong sendiri, memikirkannya berat, uangnya berat, tenaganya berat. Sementara AHHA PS Pati, ada saya, Bang Atta, bang Putra Siregar, memiliki keahlian masing-masing, tentunya akan menjadi menarik,” terangnya. Sementara Atta Halilintar selaku chairman AHHA PS Pati mengaku tak akan memaksakan penggunaan nama dan logo AHHA PS Pati dalam perhelatan Liga 2 musim ini. Ia mengaku tak mengapa jika masih menggunakan nama PSG Pati. Atta Halilintar tak menampik dana yang harus dikeluarkan cukup banyak karena sebuah tim sepak bola memiliki struktur kepengurusannya sendiri. “Walaupun memang kita tetap harus keluar uang ya dan bukan uang sedikit karena sepak bola itu kan bukan kita satu berdua, kita di sepak bola ada pemain yang banyak, manajemen, pelatih,” sambung Atta.
Kendati demikian, keduanya tetap enggan menyebutkan berapa kocek yang mereka rogoh dari sakunya. “Pengen sepak bola disukai kaum milenial,” kata Atta. Sebab, dia melihat 70-80 persen rakyat Indonesia atau sekitar 200 juta orang masih banyak menggemari klub sepak bola luar negeri.(JPN/Alf)


