PBSA TETAP BAGI DIVIDEN DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Jawaposnews.id-Jakarta. 23 Juli 2021. PT. Paramita Bangun Sarana Tbk (“PBS” atau “Perseroan”; kode saham: PBSA) di tahun 2020, fokus melakukan efisiensi seiring dengan kondisi pandemi Covid-19 yang menyebabkan meningkatnya biaya operasional akibat harus disesuaikannya standar operasional yang merujuk kepada kebijakan protokol kesehatan yang ketat oleh Pemerintah seperti misalnya penggunaan masker. Khusus untuk karyawan PBSA yang berada di lapangan (site project), barak untuk pekerja juga harus diperbarui dan memenuhi standar kesehatan.

Dalam hal pengembangan usaha, sejak tahun 2019 PBSA telah mengembangkan usahanya dengan masuk ke lini bisnis manufaktur tiang pancang (concrete spun pile) dan workshop atau fabrikasi baja melalui anak-anak usahanya. Dengan adanya anak-anak usaha ini, PBSA dapat melakukan penghematan yang cukup besar, karena sebelumnya PBSA kerap mempercayakan proses aktivitas fabrikasi baja dengan pihak ketiga lainnya. Selain itu, PBSA juga terus aktif berpartisipasi untuk ikut dalam sejumlah tender kepada perusahaan-perusahaan lain di luar sektor utama yang selama ini dijalankan PBSA. Sehingga portfolio PBSA menjadi terdiversifikasi dan jumlah client base PBSA menjadi bertambah. .

Kinerja keuangan PBSA pada tahun 2020 mencatatkan nilai yang positif dengan membukukan Pendapatan (Revenue)sebesar Rp.553 miliar atau mengalami penurunan jika dibandingkan Revenue tahun 2019 yang mencapai Rp.608 miliar. Beberapa faktor yang menyebabkan penurunan Revenue terutama ialah karena banyak proyek yang telah selesai di tahun 2020 dan untuk penambahan proyek baru di tahun 2020 tidak sesignifikan tahun sebelumnya. Namun demikian, Laba Bersih (Net Income) tahun 2020 mengalami peningkatan dari Rp.13,29 miliar di tahun 2019 menjadi Rp.43,15 miliar di tahun 2020.

Atas hasil kinerja tersebut, para Pemegang Saham PBSA dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) PBSA yang dilaksanakan pada hari ini, telah menyetujui penggunaan Saldo Laba (Retained Earnings) untuk pembagian dividen tunai sebesar Rp.40,5 miliar kepada Pemegang Saham atau Rp.27,per lembar saham. Langkah ini diambil PBSA sebagai penghargaan atas kepercayaan yang diberikan dari seluruh pemegang saham terhadap prospek masa depan PBSA.

Di tahun 2021, mempertimbangkan kondisi global yang saat ini masih terserang pandemi Covid19, PBSA tetap optimis menargetkan pendapatan sebesar Rp.350 miliar. Sejak pandemi ini berlangsung, PBSA tetap menjalankan proyek dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat sesuai anjuran pemerintah. Atas konsistensi pengerjaan proyek ini, client PBSA tetap mempercayakan pengerjaan proyeknya kepada PBSA. Sampai dengan akhir Maret 2021 PBSA telah mencatat pendapatan sebesar Rp.46,95 miliar atau 13,41% dari target tahun 2021. Atas pencapaian tersebut ditambah dengan akan masuknya proyek baru yang strategis, PBSA optimis dapat meraih target yang telah ditetapkan. (JPN/Alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *