JAWAPOSNEWS. PT Paramita Bangun Sarana Tbk (”PBS” atau ”Perseroan”; kode saham: PBSA) di tahun 2023, kembali mencatat nilai positif. Pendapatan (Revenue) mengalami penurunan dari Rp.732 miliar di tahun 2022 menjadi Rp.573 miliar di tahun 2023. Laba tahun berjalan di tahun 2023 mengalami peningkatan, yaitu sebesar Rp.192 miliar jika dibandingkan laba tahun berjalan di tahun 2022 yang hanya sebesar Rp.134 miliar. Kenaikan tersebut disebabkan adanya kenaikan pada pendapatan usaha dengan penjualan saham milik Perseroan di PT ECoOils Jaya Indonesia. Atas hasil kinerja tersebut, para Pemegang Saham PBSA dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PBSA yang dilaksanakan hari ini, telah menyetujui penggunaan Saldo Laba (Retained Earnings) untuk pembagian dividen tunai untuk Tahun Buku 2023 sebesar Rp.159 miliar kepada Pemegang Saham atau Rp.53,- per lembar sahamnya. Sebesar Rp.120 miliar atau Rp.40,- per saham telah dibagikan sebagai Dividen Interim pada tanggal 29 Desember 2023 sesuai Keputusan Direksi tanggal 26 Oktober 2023 dan sebesar Rp.39 miliar atau Rp.13,- per saham akan dibagikan sebagai Dividen Tunai yang akan dibagikan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku. Langkah konsisten yang diambil PBSA setiap tahunnya ini adalah sebagai penghargaan atas kepercayaan yang diberikan dari seluruh pemegang saham terhadap prospek masa depan PBSA. Satu hari sebelum RUPST, pada tanggal 13 Juni 2024, PBSA memperoleh penghargaan dalam acara “Bisnis Indonesia Award 2024” melauli kategori Konstruksi Bangunan. Bisnis Indonesia Award 2024 ini merupakan agenda tahunan dan sudah yang ke-22 kalinya dilakukan oleh Bisnis Indonesia. Kegiatan ini merupakan apresiasi kepada korporasi terutama yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Acara ini bertema “Agility in Uncertainty” yang merupakan apresiasi kepada dunia usaha yang mampu menjaga pertumbuhan positif di Tengah dinamika pemulihan yang terjadi pasca pandemi Covid 19 dan juga hajatan politik terbesar 5 tahunan di Indonesia, Pemilihan Umum aik legislative maupun eksekutif. Di tahun 2024, PBSA menargetkan pendapatan sebesar Rp.855 miliar dan laba bersih sebesar Rp.175 miliar. Target ini diharapkan dapat tercapai dengan terus menjalankan proyek konstruksi yang sudah ada dan mencari kesempatan di luar main client yang selama ini dijalankan. Atas kondisi tersebut ditambah dengan akan masuknya proyek baru yang strategis, PBSA optimis untuk dapat meraih target yang telah ditetapkan. (Alfian)
