Indonesia City Investment Accelerator Diluncurkan di IES 2026, Jawab Tantangan Investasi Kota

Jawaposnews.id – Jakarta, 3 Februari 2026 — Indonesia City Investment Accelerator (ICIA) resmi diluncurkan dalam rangkaian Indonesia Economic Summit (IES) 2026 untuk mempercepat kesiapan investasi kota. Urgensi inisiatif ini jelas: laporan PBB pada akhir 2025 mencatat
Kawasan Urban Jakarta dan sekitarnya telah menjadi kawasan perkotaan terpadat di dunia
dengan hampir 42 juta penduduk, menggeser Tokyo, sekaligus mencerminkan pesatnya
pertumbuhan kota-kota lain di Indonesia dan meningkatnya kebutuhan investasi perkotaan
secara nasional.

Kota-kota di Indonesia menghadapi keterbatasan serius dalam pembiayaan investasi.
Anggaran daerah masih didominasi transfer pusat sebesar 70–80% yang bersifat terikat, sementara pendapatan asli daerah umumnya kurang dari 10% dan hampir seluruhnya terserap untuk belanja operasional.

Di sisi lain, meskipun pinjaman daerah dan obligasi secara hukum dimungkinkan, praktiknya terhambat oleh persetujuan berlapis, batas utang
yang ketat, serta lemahnya basis aset daerah untuk mendukung pembiayaan.

Keterbatasan fiskal ini diperparah oleh rendahnya kesiapan proyek dan kapasitas teknis di tingkat kota. Banyak proyek belum didukung struktur pembiayaan, penilaian risiko, dan kesiapan kelembagaan yang memadai, sehingga sulit menarik investasi meskipun kebutuhan
dan minat modal tersedia. Dalam konteks inilah Indonesia City Investment Accelerator (ICIA)
dibutuhkan sebagai pengungkit untuk memperkuat kesiapan proyek dan membuka jalur investasi perkotaan yang lebih kredibel.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang turut menyaksikan peluncuran ICIA, mengatakan pertumbuhan ekonomi Jakarta mencerminkan bukan hanya angka, tetapi ketahanan. Mempertahankan daya saing di tengah banjir, kemacetan, dan tekanan urban
membutuhkan tata kelola yang kuat dan koordinasi yang konstan. Inilah realitas mengelola sebuah kota global.

Chief Operating Officer Indonesian Business Council sekaligus salah satu inisiator Indonesia City Investment Accelerator (ICIA), William P. Sabandar, menegaskan bahwa
tantangan utama investasi perkotaan terletak pada eksekusi. Menurutnya, Indonesia tidak kekurangan rencana maupun minat modal, dan kota-kota pada dasarnya mengetahui apa
yang ingin dibangun. Namun, banyak proyek prioritas masih tersendat di antara tahap perencanaan, persetujuan, dan pembiayaan, sehingga belum bertransformasi menjadi proyek yang benar-benar siap investasi.

Dalam rangkaian Indonesia Economic Summit (IES) 2026, Indonesia City Investment

Accelerator (ICIA) resmi diluncurkan oleh para inisiator yang terdiri dari Bambang Susantono,

Dekan Cities and Local Governments Institute (CLGI) Asia-Pasifik; Rachmat Kaimuddin,

Deputi Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan; Sofyan Djalil, Chief Executive Officer Indonesian Business Council; William Sabandar, Chief Operating Officer Indonesian Business Council; serta Silvia Halim, Deputi Bidang Infrastruktur dan Fasilitas Otorita Ibu Kota Nusantara periode 2023–2024. Peluncuran ICIA ini turut disaksikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim. CIA akan menjadi wadah yang mempertemukan pemerintah, sektor swasta, investor, lembaga pembiayaan, serta pemangku kepentingan perkotaan lainnya sebagai komitmen bersama untuk memperkuat kesiapan investasi kota melalui kolaborasi lintas perspektif.

Peluncuran ICIA di IES 2026 menjadi titik awal penguatan ekosistem investasi perkotaan, sekaligus menandai pergeseran fokus dari perencanaan menuju aksi nyata dalam menjawab tantangan investasi perkotaan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *