Nobar film Darah dan Doa dlm Rangka Hari Film Nasional bersama Kementerian Kebudayaan

Jawaposnews.id – JAKARTA– Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) bersama Lembaga Sensor Film merayakan Hari Film Nasional dengan menggelar nonton bareng film klasik Darah dan Doa. Film yang disutradarai oleh Usmar Ismail pada 1950 tersebut dikenal sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah perfilman Indonesia.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyebut film tersebut menggambarkan kisah perjuangan bangsa Indonesia, khususnya pada masa revolusi yang penuh tantangan. “Film ini luar biasa karena banyak menceritakan kisah perjuangan, terutama saat mempertahankan kemerdekaan,” ujarnya usai acara nobar dalam rangka Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Menurut Fadli, latar cerita film yang mengambil periode 1948–1949 merupakan fase krusial dalam sejarah Indonesia. Pada masa itu, bangsa Indonesia menghadapi ancaman dari berbagai pihak, termasuk upaya Belanda untuk kembali menjajah serta pemberontakan yang terjadi di dalam negeri. (Alfian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *