Jawaposnews.id
Jember Fashion Carnaval (JFC) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu ikon pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia melalui penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 yang mengusung tema “HEAL (Humanity, Earth, and Life)”. Jakarta (16/07/2026)
Memasuki penyelenggaraan yang ke-26,JFC akan berlangsung pada 24–26 Juli2026 di Jember, Jawa Timur, dengan menghadirkan berbagai inovasi, kolaborasi strategis, serta karya kreatif yang mengangkat pesan keberlanjutan kepada masyarakat global.
Sebagai salah satu Top 10 Event Unggulan Karisma Event Nusantara (KEN) 2026
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, JFC terus berkembang menjadi lebih dari
sekadar perhelatan fashion carnival. Selama lebih dari dua dekade, JFC telah menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan kreativitas, budaya, pariwisata, dan industri kreatif dalam satu panggung bertaraf internasional.
Brand Ambassador sekaligus Juri Utama (Grand Juri) Jember Fashion Carnaval, Bubah Alfian, menyampaikan bahwa JFC lahir dari harapan besar akan Indonesia yang bersinar melalui kekuatan budaya.
“Indonesia punya harapan melalui culture budaya, saya ingin sekali Indonesia bersinar. Mari kita sama-sama menyalakan lampu-lampu Indonesia menjadi negara yang powerful,” ujar Bubah Alfian.
Lebih lanjut, Bubah Alfian mengungkapkan bahwa arah besar JFC ke depan tidak lagi
sekadar soal predikat sebagai karnaval terbesar.
“Saya sudah tidak lagi bicara soal the biggest carnival.
Kita sudah menjadi yang terbesar, dan secara angka pun media bisa menghitung sendiri berapa banyak dampak yang terjadi di Jember, berapa banyak orang yang terbantu karena karnaval ini.
Tapi ke depannya, saya ingin kita menciptakan sebuah creative art ecosystem. Jember bukan lagi sekadar the biggest carnival in the world, tetapi menciptakan the largest creative ecosystem yang
menggabungkan carnival, UMKM, tourism, music, dan movie,” ujar Bubah Alfian.
Tema HEAL (Humanity, Earth, and Life) diangkat sebagai refleksi atas pentingnya menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, bumi, dan seluruh kehidupan. Melalui karya-karya karnaval yang penuh kreativitas, JFC ingin menyampaikan pesan bahwa seni & budaya memiliki peran penting dalam mem bangun kesadaran terhadap isu kemanusiaan, lingkungan, serta masa depan yang berkelanjutan.
Dukungan penuh juga datang dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata RI, Gana Noviardi, menegaskan komitmen pemerintah terhadap keberlangsungan JFC.
“Kementerian Pariwisata RI secara penuh mendukung pelaksanaan Jember Fashion
Carnaval (JFC) 2026. Pada 2026, JFC kembali masuk dalam daftar Kharisma Event
Nusantara (KEN) sbg salah satu dari 125 event terbaik pilihan Kementerian Pariwisata RI.
Pencapaian tersebut memperpanjang konsistensi JFC sebagai salah satu festival yang dinilai mampu mendorong sektor pariwisata sekaligus ekonomi kreatif nasional,” ujar Gana Noviardi.
Dalam Press Conference JFC 2026 yang diselenggarakan di Main Atrium Lippo Mall
Nusantara, Jakarta, penyelenggara secara resmi memperkenalkan tema utama, konsep penyelenggaraan, rangkaian kegiatan, serta sejumlah kolaborasi strategis yang akan mewarnai pelaksanaan JFC tahun ini.
Presiden JFC, Budi Setiawan, mengungkapkan bahwa perbedaan paling signifikan pada perhelatan kali ini terletak pada konsep pertunjukan.
Berbeda dengan sistem defile
konvensional di mana peserta tampil dan berjalan secara bergantian satu per satu, tahun ini JFC mengadopsi pendekatan teatrikal penuh.
“Kami mengemasnya dalam sebuah pertunjukan drama teatrikal terlebih dahulu selama satu jam.
Konsep ini akan mengisahkan sebuah narasi besar bertajuk Dewi Bumi, mulai dari
keindahan awal bumi hingga dinamika peristiwa yang memengaruhinya,” ujar Budi.
Berbagai program yang dipersiapkan diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih inovatif sekaligus memperkuat posisi JFC sebagai destinasi event kelas dunia.
Penyelenggaraan JFC 2026 mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga mitra strategis.
Press Conference turut dihadiri
oleh perwakilan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, jajaran Manajemen Jember Fashion Carnaval, serta para mitra strategis, antara lain Bank Rakyat Indonesia (BRI), OMG Beauty, Semen Gresik, iForte, dan Sakuranesia.
Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam mendukung
pengembangan industri kreatif nasional sekaligus memperkuat daya saing pariwisata
Indonesia.
Sinergi yang dibangun diharap kan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, pemberdayaan ekonomi lokal, serta promosi budaya Indonesia di tingkat internasional.
Melalui penyelenggaraan JFC 2026, Jember Fashion Carnaval kembali mengajak masyarakat Indonesia maupun dunia untuk melihat bahwa kreativitas tidak hanya mampu menghadirkan pertunjukan yang spektakuler, tetapi juga menjadi media yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan, kepedulian terhadap lingkungan, dan pentingnya membangun kehidupan yang lebih berkelanjutan.
Jember Fashion Carnaval 2026 akan diselenggarakan pd 24–26 Juli 2026 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan menghadirkan rangkaian parade, pertunjukan budaya, serta karya-karya fashion carnival yang merepresentasikan semangat HEAL (Humanity, Earth, and Life) sebagai inspirasi bagi Indonesia dan dunia.
