Jawaposnews.id, Jakarta, 16 Oktober 2026 – Perempuan berperan penting dalam sistem pangan Indonesia, mulai dari produksi, pengolahan, hingga distribusi. Namun, akses terhadap pembiayaan, pelatihan, teknologi, dan pengambilan keputusan masih menjadi tantangan.
Untuk menjawab hal tersebut, Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture (PISAgro) memperkuat pemberdayaan petani perempuan melalui Women Empowerment Working Group (WEWG), termasuk penyusunan PISAgro General Guideline on Women Empowerment sebagai panduan membangun sistem pangan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pendampingan Petani Berorientasi pada Peningkatan Kesejahteraan
PISAgro Board Member, Raoul Oberman, dalam Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Jakarta, Selasa (6/10), menekankan pentingnya memahami kebutuhan petani, terutama peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.
“Kami harus berbicara dalam bahasa mereka untuk memahami apa yang menjadi kebutuhan utama mereka. Seperti berapa pendapatan mereka tahun depan? Apakah anak laki-laki atau perempuan mereka nantinya akan mengikuti langkah orang tuanya juga menjadi petani?” ujarnya.
Sementara itu, Co-Chair PISAgro, Franky OeOesman Widjaja, mendorong penerapan skema Inclusive Closed Loop yang menghubungkan petani dengan perusahaan dan pembeli hasil panen (offtaker), disertai pendampingan praktik pertanian dari pengolahan lahan hingga pascapanen. Model yang telah diterapkan di sektor kelapa sawit ini diharapkan dapat direplikasi pada komoditas lain untuk meningkatkan produktivitas, akses pasar, dan harga jual yang layak, termasuk bagi petani perempuan.
Memperluas Akses Pembiayaan, Teknologi, dan Kelembagaan
Dalam lokakarya Women Empowerment in Agriculture: Voices from the Field di Jakarta, Rabu (20/5), Penyuluh Pertanian Ahli Madya Dinas Pertanian Jakarta, Masyita Taqwa, menekankan pentingnya penguatan Kelompok Wanita Tani (KWT), literasi keuangan, pengolahan pangan bernilai tambah, serta pengembangan usaha berbasis pangan lokal.
Women Empowerment Working Group Leader PISAgro, Suandi Tanuwijanto, menegaskan bahwa petani perempuan merupakan mitra strategis dalam rantai nilai pertanian, bukan sekadar penerima manfaat program sosial. Kontribusi mereka dalam pascapanen, pengendalian mutu, dan pengelolaan usaha turut meningkatkan produktivitas.
Namun, keterbatasan akses teknologi dan informasi serta tanggung jawab domestik masih menjadi hambatan bagi perempuan dalam mengembangkan usaha dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.
Kolaborasi Program Pemberdayaan Perempuan di Berbagai Daerah
Melalui WEWG, PISAgro bersama anggotanya menjalankan berbagai program pemberdayaan perempuan, antara lain: Ibu Hebat dan THRIVE bersama Corteva, mendorong petani perempuan dan pelaku usaha lokal menjadi community resource persons untuk mempercepat adopsi teknologi pertanian dan produktivitas.
GrowHer: Kakao bersama Save the Children di Sulawesi Selatan, memperkuat akses sumber daya bagi ribuan petani perempuan melalui literasi keuangan, Village Savings and Loan Associations (VSLA), dan Gender Action Learning System (GALS), termasuk penguatan relasi keluarga, mitigasi kekerasan berbasis gender, serta perlindungan anak.
BENTA bersama Mercy Corps Indonesia dan The Starbucks Foundation di Jawa Barat dan Sumatera Utara, berfokus pada kesehatan, ketahanan keuangan, serta pengembangan usaha inklusif bagi perempuan petani kopi dan perempuan muda.
PT SMART Tbk. memperkuat perlindungan pekerja perempuan di sektor kelapa sawit dengan mengacu pada regulasi nasional dan standar keberlanjutan global.
Inisiatif tersebut telah dipaparkan kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada 22 Januari 2026 untuk memperluas kolaborasi, termasuk penguatan koperasi dan kelompok tani inklusif.
PISAgro Jangkau 2,8 Juta Petani di Indonesia
Executive Director PISAgro, Insan Syafaat, menyampaikan bahwa kolaborasi PISAgro bersama pemerintah dan sektor usaha telah menjangkau sekitar 2,8 juta petani di Indonesia, dengan 10–15% di antaranya merupakan perempuan.
Melalui perluasan akses pelatihan, pembiayaan, teknologi, dan kelembagaan, PISAgro berkomitmen meningkatkan produktivitas, kemandirian ekonomi, dan peran perempuan dalam pengambilan keputusan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
