JAKARTA – Jawaposnews.id Hanya beberapa hari setelah France Alumni Day dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi—Prof. Stella Christie, Kedutaan Besar Prancis Institut français d’Indonésie (IFI) dan Campus France Indonesia—
menyelenggarakan seminar bagi hampir 600 mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia,
yang tahun ini kembali memilih keunggulan sistem pendidikan tinggi Prancis.
Pilihan keunggulan akademik dalam lingkungan yang ramah mahasiswa internasional, Para mahasiswa memilih negara paling menarik di dunia (dengan lebih dari 100 juta wisatawan pada tahun 2025), namun yang terpenting adalah tingkat akademik yang unggul –
Prancis menempati peringkat ke-3 secara global dalam hal jumlah institusi yang tercatat di 20 besar peringkat Shanghai, dengan Paris-Saclay dan Paris Sciences et Lettres (PSL) termasuk di antara 20 universitas terbaik di dunia.
Mereka juga memilih sistem yang mendapat dukungan kuat dari pemerintah Prancis dan
karenanya dapat menawarkan biaya kuliah yang sangat terjangkau di universitas negeri
terkemuka.
Biologi, keamanan siber, manajemen, dan humaniora: keragaman program studi yang
ditawarkan memberikan kesempatan kepada mahasiswa Indonesia untuk memperoleh
keterampilan yang akan membantu mereka sukses, baik secara akademis maupun
profesional.
Seminar untuk kelancaran persiapan keberangkatan
Sebagai momen penting dalam proses mobilitas, seminar ini menjadi ajang untuk berbagi
informasi, bertukar pikiran, dan membangun kepercayaan diri bersama para mahasiswa dan
orang tua mereka menjelang keberangkatan ke Prancis.
Diselenggarakan oleh Campus France Indonesia – lembaga nasional Prancis yang bertugas
mempromosikan Prancis sebagai tujuan studi bagi mahasiswa internasional – bekerja sama dengan PPI Prancis (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Prancis) dan France Alumni, acara ini
mencakup semua aspek mulai dari prosedur administratif hingga adaptasi budaya, kehidupan mahasiswa, serta peluang akademik dan profesional setelah lulus.
Beberapa pakar dan alumni berbagi pengalaman mereka dalam menjawab pertanyaan praktis dari para mahasiswa dan orang tua.
Seminar ini juga menampilkan partisipasi mitra institusional, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia di Prancis (KBRI Paris).
Melalui konferensi video, tim menyampaikan pesan dukungan kepada calon mahasiswa dan memperkenalkan layanan yang ditawarkan kepada diaspora Indonesia di Prancis.
Implementasi langsung dari Deklarasi Paris Tahun 2026 menandai tonggak sejarah baru dalam kemitraan strategis antara Prancis dan Indonesia di bidang pendidikan tinggi dan penelitian.
Berlandaskan Deklarasi Paris mengenai Deklarasi Bersama tentang Pendidikan, Penelitian, dan Mobilitas yang diadopsi oleh Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto selama Kunjungan Kenegaraan Presiden Prabowo ke Paris pada tanggal 28 Mei lalu, kedua negara terus memperluas peluang
untuk mencapai keunggulan akademik melalui program beasiswa LPDP–France.
Edisi ketiga Program Magister LPDP–France memberikan kesempatan kepada generasi
penerus Indonesia untuk mengakses hampir 250 program magister yang diajarkan dalam bahasa Inggris, yang akan menerima 45 mahasiswa Indonesia tahun ini. Hal ini juga menandai edisi kedua Program Doktor LPDP–France dan peluncuran angkatan pertama LPDP–ParisSaclay, yang menawarkan akses langsung bagi mahasiswa Indonesia ke universitas terkemuka di Eropa (peringkat ke-13 dalam Peringkat Shanghai).
Melalui inisiatif-inisiatif ini, Prancis dan Indonesia menegaskan kembali komitmen bersama mereka untuk berinvestasi dalam sumber daya manusia, memajukan kerja sama ilmiah, dan mempersiapkan pemimpin masa depan yang mampu mengatasi tantangan global melalui inovasi, penelitian, dan kolaborasi internasional.
(Alfian)
